Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Sabtu, 02 Maret 2019

Tradisi-tradisi Islam Nusantara Perspektif Filsafat dan Ilmu Pengetahuan

Formaci Press

Judul: Tradisi-tradisi Islam Nusantara Perspektif Filsafat dan Ilmu Pengetahuan
ISBN: 978-602-50566-4-2
Cetakan: Pertama, Januari 2019
Tebal: 21 x 14 cm,  xiii + 260  Halaman
Prakata: Dr. H. Muh. Baehaqi, MM.
Penulis: Puji Rahayu, dkk
Editor: Hamidulloh Ibda, M. Pd.
Desain Sampul: Wahyu Egi Widayat
Harga: Rp. 75.000 (Belum Ongkir)
Diterbitkan: Formaci
CP: 08562674799
Facebook: Penerbit Formaci
Website : formacipress.com

Agama Islam sangat dinamis dan membuka diri dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, bahasa, budaya, dan kondisi geografis suatu bangsa. Setiap bangsa, memiliki budaya, bahasa, dan tradisi tersendiri yang menjadi jatidiri dan keunikan dari bangsa lain.

Islam sebagai agama rahmatal lillalamin, sangat sejuk, dan menerima segala hal sesuai prinsip kondisi di masing-masing negara. Dalam buku ini, saya menemukan banyak hal baru, terutama hasil penelitian akademisi STAINU Temanggung. Mereka ternyata mampu meneliti dengan disiplin ilmunya masing-masing.

Tradisi-tradisi Islam Nusantara bukan sekadar tradisi, melainkan menjadi salah satu kekayaan bangsa ini yang tidak dimiliki bangsa lain. Teori kebenaran yang dimiliki nahdliyin cukup ilmiah, yaitu memiliki kebenaran beragama dengan prinsip rahmatal lillalamin, dan teori kebenaran bernegara dengan spirit nasionalisme dan hubbul wathan minal iman yang termanifestasikan dalam tradisi-tradisi Islami tersebut. Mulai dari nyadran, tahlilan, berjanzen, manaqiban, kenduri, selawatan, ziarah kubur, dan lainnya, semua itu merupakan wahana mendekatkan diri pada Allah, tidak ada maksud lain. Selain itu, tradisi-tradisi ini menjadi salah satu wahana menguatkan relasi antara manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.

Maka sangat ilmiah, jika Indonesia sampai hari ini tetap religious, jaya, maju, berkarakter, berbudaya, karena tidak mempertentangkan antara spirit nasionalisme dengan religiositas. Semua ini tidak lain hanya ada di Indonesia, meski di belahan dunia ada, namun saya yakin masih unggul dan unik di negeri ini.

Konstruksi ilmiah dalam tradisi ini, tidak cukup jika hanya dikaji secara ilmiah. Harus ada riset-riset terkini untuk menJawab tantangan zaman dengan mengemas, dan menggerakkannya sebagai salah satu kekayaan anak bangsa. Di situlah wujud implementasi diktum kita, yaitu almuhafadhotu 'ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah.

Formaci Press / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Coprights @ 2017 Blogger Templates