Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Sabtu, 24 Maret 2018

Sinopsis Buku Nostalgi dan Melankoli (Puisi-puisi Niam At-majha)

Formaci Press
Judul :  Nostalgi dan Melankoli (Puisi-puisi Niam At-majha)
Penulis :   Niam At-Majha
Penyunting  : Puji Pistols
Cetakan : I, 2018
Tebal: 12 x 18 cm, xxi + 83 Halaman
Penerbit: CV. Pilar Nusantara
ISBN: 978-602-50465-8-2
Harga: Rp.30.000 (belum termasuk ongkir)
CP: 08562674799 / 085740145329
Email: pilarnusapress@gmail.com

Pada mulanya puisi ditulis tidak jauh dari biografi penulisnya. Sebab menulis puisi sama halnya menulis tentang kisah yang dijalani oleh penulisnya; baik kisah cinta, keluarga, berkelana dan lain sebagainya. Karena puisi dalam menulisnya melibatkan banyak hal yang terkadang cukup kompleks: pengalaman, kedalaman, kejujuran, kecerdasan dan sedikit kegilaan seperti yang dikemukakan Federico Garcia Lorca (1898-1936).

Puisi adalah bentuk sarana efektif untuk mengungkapkan sesuatu yang intim dengan orang lain. Puisi pula merupakan jalan indah untuk merekam jejak kisah cinta dengan perempuan-perempuan yang pernah singgah dalam hati penyairnya. Dalam puisi setiap orang adalah berbeda, setiap manusia senantiasa khas, dan segala perbedaaannya. Hal itu membuat hubungan antar manusia menjadi suatu yang sangat berharga. Kita tahu harta yang paling berharga bagi penyair adalah kata-kata dan dirinya sendiri.  Kata kata adalah milik semua orang dan diri sendiri adalah milik pribadi.

Dengan begitu puisi yang saya tuliskan bisa dibilang adalah milik pribadi, sebab puisi ini berusaha mengungkapkan tentang kisah saya dengan perempuan yang ada di hati saya. Perempuan itu bisa Ibu saya, saudara saya, dan perempuan yang pernah saya cintai; hingga ada sampai jadi istri dan ada pula tidak. 

Penulis, mempunyai banyak kenangan tentang perempuan, cinta pertama bertolak belakang dengan status sosial; si Dia lebih memilih dengan laki-laki yang status sosialnya lebih terpandang dan terhormat dalam pandangan masyarakat. Cinta kedua hanya berjalan dalam satu semester saja, karena si Dia sudah cukup berumur untuk berumah tangga, akhirnya dipaksa orang tuanya untuk menikah dengan laki-laki tak pernah dikenalnya. Sejatinya cinta sebab terbiasa bersama, (tresno jalaran soko kulino).  Baru yang ketiga saya bisa mempersuntingnya. Sebab yang ketiga ini lebih segalanya dari cinta pertama dan kedua.

Melalui puisi saya berusaha untuk mengobati segala kekecewaan saya terhadap perempuan-perempuan yang saya cinta, atau lebih tepatnya tetap mengingat kisah sedihnya dan sedikit bahagia untuk menjadi sebait puisi. Karena kenangan bagi saya bukan untuk dilupakan, melainkan sebagai pemicu untuk meraih masa depan.


Puisi adalah cara terindah untuk mengibur diri sendiri, cara terbaik untuk menjadi bahagia, tanpa mengikutcampurkan orang lain. Sebab puisi itu dapat dipahami oleh penyairnya sendiri. (*)

Baca: Cara Beli Buku Nostalgi dan Melankoli (Puisi-puisi Niam At-majha)

Formaci Press / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Coprights @ 2017 Blogger Templates