Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Sabtu, 29 April 2017

Sinopsis Buku Nasihat Begawan Tuban

Formaci Press
Coretan kecil ini akan menjadi sebuah bahan pembelajaran untuk semua yang membaca bahwa Tuban merupakan daerah yang sangat kaya akan sejarah, kebudayaan, kesenian, dan aspek-aspek lainnya. Kalau membaca sejarah Walisongo, tentu tidak akan lepas dari daerah Tuban. Mengapa? Tuban merupakan gerbang awal masuknya Islam di Nusantara. Tokoh-tokoh terkemuka seperti Ranggalawe, Adipati Wilatikta, Raden Syahid, Arya Teja, Raden Makhdum Ibrahim, Sunan Bejagung, keluarga Pak Koeswoyo merupakan begawan-begawan Tuban yang memberikan sejarah manis Nusantara.

Awal dari kegelisahan Saya terhadap daerah yang mempunyai sejarah besar, saat ini seperti anak yang tidak punya orang tua. Bandingkan saja Tuban saat ini berusisa 723 tahun dibandingkan dngan Indonesia masih sangat jauh. Tentunya hal ini harus menjadi kesadaranputra daerah supaya bagaiman menerapkan nasihat para leluhurnya. Tidak tanggung-tanggung mulai dari aspek kesenian saja Tuban sudah hampir sangat lengkap. Saya tidak menentang dan menyalahkan siapa-siapa, maksud besar Saya adalah ingin membangunkan kembali nilai luhur yang telah di wariskan para Begawan Tuban supaya diterapkan dalam sistem kehidupan, baik itu dalam bernegara maupun bermasyarakat.

Begawan hadir dalam cerita pewayangan digambarkan sebagai sosok Pandita yang sangat dalam ilmu agamanya. Biasanya begawan sebagai penasihat agung raja. Dalam menghadapi masalah-masalah bernegara, tentu pejabat publik entah itu Bupati, Gubernur, sampai Presiden harus mempunyai sosok begawan guna menopang negara dalam menerapkan kebijakannya. Kalau menurut kiai-kiai pesantren Ulama’ dan Umaro’  harus sambung, sinyalnya tidak boleh putus. Keduanya haruslah berkaitan, sehingga menciptakan suasana sejuk dalam bermasyarkat dan bernegara.

Fonomena sosisal dalam bermasyarakat kini mendapat tantangan global berupa kapitalisme. Apabila pemerintah tidak sanggup untuk memfilter hal ini tentu akan muncul gesekan di masyarakat. Alih-alih pembangunan home industry secara massal akan berdampak buruk jika tidak di lakukan dengan situasi yang cair. Artinya, tantangan global berupa kapitalisme ini merupakan persaingan dagang para pemilik modal. Jika tidak di hitung kadar dari dampak ang terjadi, rakyatlah yang akan menjadi batu pijakan mereka. Di sini lah peran penting dua arus gelombang Ulama’dan Umaro’ dalam mengatasi hal tersebut.

Tulisan-tulisan yang nantinya akan menemani pembaca untuk merasakan bagaimana satu langkah ke belakang untuk bekal di masa mendatang. Harapan besar Saya adalah siapa pun saja yang mencintai negri tercinta Indonesia pada umumnya dan daerah masing-masing mulai dari saat ini membuka nasihat begawan kita sendiri. Tidak ada salahnya kita mempelajari budaya modern, itu juga bagus. Tapi alangkah baiknya  kita juga belajar apa yang sudah diwariskan para begawan yang luhur. Temukan jawabannya di buku ini!

Judul     : Nasihat Begawan Tuban
Penerbit : Formaci Press
Pengarang : Ahmad Ali Zainul Sofan
Editor : M. Yusuf Tamami
ISBN: 978-602-61554-4-3
Cetakan : April, 2017
Harga : Rp.40.000,- (belum termasuk ongkir)

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi distributor tunggal: 085740145329/082240052998.

Formaci Press / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Coprights @ 2017 Blogger Templates